Skip to content

KERENDAHAN HATI DAN UCAPAN TERIMA KASIH

10/14/2007

Peristiwa Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta, pada hari ini telah memberi inspirasi bagaimana sebaiknya seseorang menghayati kehidupannya. Sepuluh orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus pada hari ini, hanya satu orang yang kembali untuk mengucapkan terima kasih, dan itupun dari orang Samaria, yang dalam tradisi orang Yahudi, orang Samaria merupakan orang yang tersingkirkan, tidak termasuk dalam bilangan orang yang terpilih.


Beberapa point pantas menjadi renungan. Mengapa orang Samaria yang kembali dan mengucapkan terima kasih. Pribadi orang Samaria menarik perhatian saya karena dalam kesederhanaan dirinya, jauh dari perhatian orang-orang Yahudi, orang yang mungkin merasa tak berguna. Namun dalam keadaan yang demikian, Orang Samaria itu terbuka dan dapat merasakan sentuhan tangan Tuhan lewat peristiwa penyembuhan atas dirinya. Dia mampu melihat adanya karya besar dalam peristiwa yang dialaminya. Inilah yang membuat dia mau datang dan mengucapkan terima kasih atas karya-Nya. Sedangkan bagi sembilan yang lain, mereka tidak mampu melihat apa yang baru saja terjadi dalam dirinya sebagai sesuatu yang luar biasa. Kesederhanaan dan kepekaan melihat mukjizat Tuhan dalam hidup sehari-hari membuat kita mampu terus bersyukur.

Belajar menjadi orang sederhana dan terbuka akan karya Tuhan dalam peristiwa bisa kehidupan sehari-hari kiranya merupakan hal yang perlu diusahakan di tengah-tengah jaman yang mengagungkan hal-hal yang besar dan wah. Arus besar dunia yang semakin konsumtif dan hedonistic semakin menjadi penggerak hidup jaman sekarang ini. Situasi ini membuat manusia sulit mensyukuri hal-hal yang sederhana dalam hidup, manusia menjadi sulit untuk bersyukur kepada Tuhan dengan hal-hal yang sifatnya sederhana dan sudah biasa yang terjadi dalam hidup sehari-hari. Orang terus merasa kurang dan tidak pernah puas dengan apa yang dialaminya.

Jarang bersyukur bahwa masih sehat, masih punya jantung yang setia berdetak, masih punya mata yang sehat dan dapat melihat dengan jelas dan sebagainya. Kita sering merasa bahwa hal-hal sederhana itu memang merupakan hak kita yang sudah sepantasnya kita terima. Padahal kenyataannya semua itu adalah Anugerah yang perlu kita syukuri setiap saat.

Selamat berefleksi dan bersyukur atas Rahmat Allah yang mengalir tiada henti dalam diri kita.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: