Skip to content

TETAP MEMILIKI JATI DIRI YANG TEGUH

10/17/2007
Saat-saat libur menjadi saat yang baik untuk berhenti dari keaktifan mengajar di kelas. Inilah saat yang tepat untuk melihat kembali rutinitas sebagai pendidik yang biasanya berlalu dengan begitu cepat dan tidak sempat diperhatikan secara seksama. Rutinitas telah menjadi ancaman serius dalam jaman yang segala sesuatunya menuntut kecepatan dan ketepatan yang tinggi. Rutinitas sangat berbahaya terlebih ketika hal itu mulai menghinggapi diri sebagai pendidik di sekolah yang sedang menghadapi situasi para siswa yang sangat dinamis, juga keadaan masyarakat yang sangat cepat berubah.


Pertanyaan saya hari ini adalah, apakah yang sebenarnya menggerakkan diri saya untuk melakukan tugas mendidik di sekolah? Kekuatan apa yang dominan menentukan tindakan rutin sebagai pendidik? Apakah sekedar melakukan aktivitas demi aktivitas itu sendiri ataukah ada hal lain yang lebih mendalam dan mendasar serta menyangkut pribadi manusia (kita sebagai pendidik dan mereka sebagai peserta didik?). Motivasi apa yang sedang memberikan dorongan saya bertindak sedemikian rupa sesuai dengan rencana yang sudah dibuat sebelumnya? Adakah rencana itu sendiri yang menggerakkan diri saya untuk berbuat, ataukah ada daya dorong lain yang lebih mendalam sehingga rencana-rencana itu harus dilakukan?

Yang saya temukan hari ini, tindakan-tindakan sebagai pendidik hendaknya dilandasi oleh kesadaran bahwa melalui tindakan-tindakan itu kita sedang membantu para peserta didik untuk berkembang menjadi dirinya sendiri dalam dunianya sendiri. Konsekuensi dari kesadaran ini membawa seluruh rencana-rencana dan tindakan ke arah bagaimana menolong para peserta didik semakin mengenali dirinya dan potensi-potensinya, menolong mengeluarkan potensi-potensi yang masih terbenam dalam kesulitan-kesulitan dirinya. Selain itu juga menolong mereka menyadari dan belajar menanggapi dunianya sendiri yang terus berubah dengan begitu cepatnya. Peserta didik harus dibantu untuk mampu meyakini kemampuan dirinya dan untuk mampu merespon setiap perubahan dilingkungan sekitar sesuai dengan kebutuhan dirinya. Membantu mereka untuk secara mandiri dan bertanggung jawab, bijaksana menanggapi tuntutan perkembangan disekitarnya.

Menurut saya kesadaran ini yang akan tetap membuat kehadiran kita sebagai pendidik tetap bermakna dan tetap memiliki kekuatan. Motivasi yang disadari di atas dapat membantu kita semua sebagai pendidik jaman ini untuk tidak terbawa arus instrumentalisme dimana profesi dalam hidup ini hanya dipakai sebagai alat untuk mendapatkan sesuatu yang sifatnya tidak abadi seperti uang, barang dan segudang kenikmatan duniawi saja. Motivasi ini akan membantu kita untuk selalu menyadari bahwa yang sedang kita kerjakan dan hadapi adalah pribadi-pribadi yang memerlukan pertolongan kita. Mereka adalah pribadi-pribadi yang sedang dalam proses diciptakan oleh Allah. Dengan kata lain dengan profesi sebagai pendidik ini kita sedang bekerja sama dengan Tuhan yang terus mencipta dalam diri para peserta didik.

Inilah kesadaran sederhana dari pengalaman sebagai pendidik. Terdengar agak tidak riil mungkin. Tetapi sebuah kesadaran saya rasa perlu direkam dan diungkapkan sesederhana apapun.

Selamat berefleksi.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: