Skip to content

PENDIDIKAN YANG MENGAKARKAN HIDUP PADA NILAI LOKAL

11/08/2007
Pagi hari ini secara begitu gamblang saya mendapatkan permenungan atas praktik pendidikan yang sedang saya laksanakan untuk anak-anak muda. Inti dari permenungan saya adalah bahwa pendidikan harus semakin mengakarkan hidup para siswa kepada nilai-nilai dan kebijaksanaan setempat. Nilai-nilai, kebijaksanaan setempat itu menjadi media pembentuk dirinya mulai dari masa bayi, kanak-kanak, remaja dan menjadi referensi dari setiap tindakan dan keputusan yang diambil dalam hidupnya. Nilai-nilai, kebijaksanaan setempat tersebut misalnya: kerja keras, ketekunan, kerjasama (gotong royong), keramah tamahan, kesederhanaan.


Persoalan muncul ketika arus Globalisasi telah mendorong manusia untuk mengikuti tren-tren masa kini. Anak-anak muda beramai-ramai mengadopsi nilai-nilai, gaya hidup, dan sikap-sikap hidup masa kini yang tidak selalu selaras dengan nilai-nilai setempat yang pernah membentuk dan membesarkan dirinya. Anak-anak jaman global ini cenderung untuk menghayati kebebasan pribadi yang pada gilirannya akan mengarah ke sikap individualistis, tidak peka dengan orang lain. Banyak orang telah mengurung dirinya dengan sikap-sikap yang tidak bersahabat dengan sesama, tidak solider lagi dengan sesama.

Kecenderungan lain adalah sikap hedonistis yang mengutamakan kenikmatan jasmaniah sehingga meninggalkan nilai-nilai perjuangan, kerja keras. Semua dipandang sebagai sesuatu yang instant dan tanpa proses panjang. Sikap ingin menikmati hidup dan dunianya telah mendorong orang untuk beramai-ramai mengumpulkan segala hal untuk menjamin kehidupannya sendiri dan keluarganya tanpa mempedulikan orang lain dan lingkungannya yang menjadi rusak dan pada gilirannya akan mengancam dirinya sendiri.

Pagi hari ini saya sampai pada kesadaran akan pertanyaan yang sulit saya jawab sendiri. Bagaimanakah pendidikan di sekolah dan di rumah dapat membantu generasi muda/ remaja ini tetap memiliki jati dirinya, tetap memiliki nilai dan kebijaksanaan lokal yang sangat diperlukan di abad 21 ini seperti nilai kepekaan sosial, nilai kerjasama (teamwork), nilai kerja keras dan bukan instant, nilai kreasi yang keluar dari keyakinan dirinya akan nilai-nilai yang dihidupi, nilai “ketelatenan” sehingga tidak menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhannya. Inilah pertanyaan-pertanyaan yang perlu direnungkan terus menerus bersamaan dengan proses pendidikan yang sedang berlangsung saat ini.

Sekolah-sekolah Pangudi Luhur harus mulai memberi porsi perhatian pada persoalan ini agar proses pendidikannya semakin mendorong para generasi muda semakin mencintai budaya dan nilai-nilai kehidupannya sendiri tanpa harus menutup diri kepada perkembangan yang sedang berjalan. Dengan demikian pribadi-pribadi anak muda ini tidak menjadi korban laju Globalisasi. Melalui kesadaran yang kuat akan nilai-nilai pembentuk dirinya sejak kecil sampai besar mereka akan mampu memilih dan mengarahkan perubahan-perubahan untuk perkembangan dirinya dan komunitasnya, bukan sebaliknya perubahan yang berlangsung menghancurkan nilai-nilai pribadi yang pernah menjadi penentu hidupnya dan juga nilai-nilai kebijaksanaan setempat yang telah menjadi penentu kehidupan bersama.

Secara khusus, sekolah sekolah Pangudi Luhur di wilayah pedesaan harus berkomitment untuk mengangkat nilai-nilai lokal sebagai upaya untuk mengembangkan pribadi para siswa. Contoh kekayaan Batik di Bayat merupakan hal yang harus dipelajari oleh para siswa dari Bayat. Mulai dari sejarah awal sampai perkembangan sekarang ini dan bagaimana Batik tersebut dibuat. Kiranya dari proses membatik anak-anak dapat belajar banyak nilai-nilai kehidupan yang pernah menjadi penentu hidup masyarakat Bayat pada umumnya.

Salam.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: