Skip to content

BAWALAH ANAK-ANAK KEPADA TERANG MASA DEPAN

12/30/2007

Merenungkan kehidupan anak-anak pada waktu saya kecil dengan kehidupan anak-anak jaman sekarang ini sangatlah kontras. Sebagai kanak-kanak hubungan dengan lingkungan sekitar sangatlah terbatas dengan apa yang ada di sekiling kita. Keluarga, teman sebaya, alam sekitar. Tak ada singgungan dengan dunia lain yang lebih jauh. Pengetahuan saya sangat terbatas dengan apa yang saya ketahui dan saya kenal di sekitar lingkungan hidup saya. Waktu ini saya sebut situasi yang masih gelap sehingga jika anak-anak masuk sekolah, mereka mulai dibukakan pintu ke alam pencerahan. Peranan guru untuk menuntun anak-anak menuju pemahaman sangatlah sentral.


Kontras sekali dengan keadaan sekarang ini. Anak-anak dibesarkan dalam suasana yang dilengkapi dengan kemungkinan-kemungkinan untuk berkontak dengan lingkungan sekitar secara lebih luas dan tak terbatas. Ini membawa akibat pengetahuan mereka akan dunia sekitar juga tidak terbatas. Anak-anak sangat familiar dengan Play Station, Games, Online games, Handphone, Internet, Televisi, Radio, Email, blog, facebook dan lain sebagainya. Semua fasilitas tersebut telah berperan dalam pengembangan anak-anak sekarang ini. Kehadiran hal-hal tersebut telah membuka peluang bagi anak-anak untuk mengakses informasi secara tak terbatas. Mereka dapat menguasai ketrampilan-ketrampilan yang tak mungkin mereka dapatkan di dalam kelas. Intinya adalah anak-anak sekarang ini berkembang dalam suasana terang benderang. Segala sesuatunya dapat mereka alami secara langsung dan telah menjadi landasan mereka dalam bertindak.

Pengalaman dan perkembangan anak-anak dalam dua situasi tersebut telah menentukan cara orang dewasa mendidik anak-anak. Pada jaman dahulu Sekolah menjadi tempat yang sangat dominan bagi anak-anak untuk mengembangkan diri. Mereka sedikit demi sedikit dibukakan akses ke dalam pengetahuan akan dunia sekitar dan sesamanya. Guru menjadi sumber utama informasi anak-anak ini.

Pertanyaannya adalah apakah pada saat ini pendidikan anak-anak telah disesuaikan dengan keadaan yang telah berubah. Apakah anak-anak dengan pengetahuan dan ketrampilannya yang sudah begitu luas telah mengubah cara orang-orang dewasa mendidik anak-anak ini? Apakah anak-anak yang telah berkembang dalam terang tersebut juga kita didik dengan suasana yang terang juga? Ataukah anak-anak ini kita jebloskan dalam ruang yang gelap gulita ketika mereka memasuki sekolah karena pendidik selalu berkiblat ke masa lampau dan tidak ke masa depan anak-anak? Mereka tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat dan menggunakan pengetahuan mereka tentang dunia sekitarnya?

Inilah yang menjadi pertanyaan pokok pada refleksi kali ini. Anak-anak jaman sekarang ini memerlukan keterlibatan yang lebih banyak dalam proses belajar mengajar. Mereka perlu dihargai pengetahuan dan ketrampilannya yang mereka pelajari lewat lingkungan sekitar yang mereka jumpai. Mereka perlu diberi ruang seluas-luasnya untuk menggunakan pengetahuan dan ketrampilannya untuk mendukung masa depannya. Maka pertanyaan selanjutnya bagaimana kita mendorong anak-anak ini untuk terlibat (ENGGAGE) dalam proses belajar mengajar dan tidak mendorong mereka untuk selalu merasa marah (ENRAGE) terhadap situasi kelas mereka?

Mari kita renungkan.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: