Skip to content

KETRAMPILAN ABAD 21

12/09/2009

21st Century School, LCC menyadari pentingnya mengembangkan ketrampilan-ketrampilan abad 21. Namun demikian kita menyadari bahwa pendidikan yang sesungguhnya harus diarahkan pada siswa secara utuh, pribadi secara utuh dan tidak membatasai pengembangan profesional dan design kurikulum pada kesiapan kerja.

Ketrampilan abad 21 dipelajari dalam kurikulum kita, yang bersifat antar disiplin ilmu, integral, bebasis proyek dan masih banyak ciri yang lain, dipelajari dalam kurikulum basis proyek dengan cara:

Kolaborasi – Kemampuan bekerja dalam tim
Berpikir Kritis – Kemampuan memecahkan permasalahan yang kompleks.
Komunikasi tertulis – menulis
Teknologi – kemampuan menggunakan teknologi
Kewargaan negara – Kemampuan untuk ambil bagian dalam isu-isu masyarakat global; pembelajaran dengan melayani.
Belajar tentang karier – melalui magang
Isi – melakukan penelitian dan melakukan semua point di atas.
Tujuan dari semua usaha itu adalah untuk membantu anak-anak kita menjadi sungguh-sungguh warga global.

Di beberapa negara siswa sekarang ini disebut “digital natives” dan pendidik sekarang disebut “digital immigrants”. Guru bekerja dengan siswa yang seluruh hidupnya telah menyatu dengan budaya abad 21. siswa sekarang ini adalah pembelajar digital- mereka secara nyata masuk dalam dunia melalui peralatan-peralatan komputer: HP. menggunakan peralatan game, PDA’s dan laptop yang mereka bawa ke mana-mana, komputer, TV, dan game yang ada di rumah. Sebuah survey dari Henry Kaiser Family Foundation menemukan bahwa orang muda (usia 8 -18) menghabiskan waktunya untuk peralatan elektronik rata-rata 6 jam perhari. Banyak dari peralatan tersebut menyediakan kegiatan yang “multi-tasking” seperti mendengarkan musik sambil browsing, mengirim IM sambil bermain Video.

Bahkan anak-anak balita menggunakan peralatan multimedia dan peralatan internet seperti bermain game Leapster. Anak-anak pra sekolah (usia 2 tahun) dengan mudah mengoperasikan sumber-sumber multimedia elektronik seperti game yang memberikan kemungkinan mereka bermain warna, angka, huruf, dan tugas-tugas kompleks yang lain seperti membuat campuran warna untuk menciptakan campuran warna yang baru, pemecahan masalah dan membaca.

Namun demikian, seperti Dr. Michael Wesch telah tujukkan, meskipun siswa/i saat ini mengerti bagaimana mengakses dan menggunakan peralatan ini, banyak dari mereka menggunakan untuk kesenangan saja, siswa-siswi tidak benar-benar melek media (paham sepenuhnya bagaimana menggunakan media tersebut). Bacalah bagian berikut dari tulaisan bagaiman Dr. Wesch menunjukkan cara menggunakan peralatan tersebut untuk membuat anak-anak sungguh-sungguh melek media dengan membuat mereka berpartisipasi dalam kerjasama online, penelitian berbasi lingkungan: mencari data, menganalisa, mensintesa, mengkritisi, dan menciptakan pengetahuan baru.

Terjemahan bebas dari: http://www.21stcenturyschools.com/What_is_21st_Century_Education.htm

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: