Skip to content

MEMUDARNYA NILAI KEJUJURAN

02/24/2010

Kejujuran dalam dunia pendidikan di Indonesia berada dalam keadaan mengkawatirkan. Banyaknya tindakan plagiat di kalangan akademik merupakan bukti bahwa kejujuran bukan lagi merupakan hal yang dihargai dalam dunia pendidikan. Tindakan mencontek mulai dari Sekolah Dasar sampai sekolah menengah merupakan akar dari kegiatan plagiat ini.

Peristiwa seorang Dr. yang memperoleh gelar dengan memplagiat karya orang lain adalah puncak gunung es lumpuhnya nilai kejujuran dalam dunia akademik kita.

Apa yang bisa kita lakukan untuk tetap memelihara kejujuran agar kejujuran itu tetap menjadi pedoman dalam hidup sehari-hari…

Advertisements
One Comment leave one →
  1. Theresia Eka Oktavianti permalink
    04/01/2010 5:28 am

    Aku setuju dengan fenomena yang Bruder sebutkan di atas… aku memang belum secara langsung menangkap basah perbuatan2 ketidakjujuran di masa Ujian kali ini… namun aku mendengar di beberapa sekolah ada pengawas yang menangkap basah perbuatan mencontek entah itu yang ditulis dan atau yang via handphone. Kesemuanya mengaku malas memasukkan peristiwa tersebut ke berita acara karena prosedur yang akan sangat “ribet” yang harus dilalui oleh si pengawas jika ia berani melaporjkan hal tersebut dan memasukkannya dalam berita acara… meski keribetan itu belum tentu terbukti benar. Toh menurutku itu cuma bayangan mereka… namun kalau itu sungguh terjadi, (c.q.: keribetan prosedur, dll) maka memang yang wajib berubah ialah sistem. Selama sisten tidak memudahkan pelaporan kecurangan, maka selama itu pula tidak akan pernah ada pelaporan mengenai tindak kecurangan atau ketidakjujuran.
    Kalau kita mau melihat lebih jauh lagi, maka perlulah kita berefleksi seberapa jauh kita mencoba memaknai ujian sebenarnya. Selama pemaknaan kita terhadap ujian masih seperti sekarang, ujian adalah sesuatu yang menakutkan, bukan merupakan proses alamiah yang harus dijalani seseorang yang sedang belajar, maka ujianpun akan sarat dengan tindak ketidakjujuran. Itu bisa dipastikan.
    Ini kalau kita mau menukik lebih dalam pada esensi pendidikan itu sendiri. saranku, janganlah merasa alergi terhadap ujian dan perbandingan. Lihat apa yang dibawa serta oleh ujian itu…. ujian adalah sarana untuk menjadikan kita lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: