Skip to content

MOS PEMBENTUK KARAKTER SISWA

07/17/2010

Pengalaman pertama seorang siswa baru memasuki sebuah sekolah akan mempengaruhi perjalanan proses pendidikan selanjutnya. Pengalaman pertama seorang siswa akan memberikan gambaran tentang keseluruhan proses pendidikan yang akan dijalani dalam sekolah tersebut selama tiga tahun berikutnya. Minggu-minggu pertama memasuki sekolah baru merupakan kesempatan bagi siswa mengadakan pengenalan dan penyesuaian dengan kultur yang ada di sekolah. Keberhasilan penyesuaian diri dgn kultur sekolah akan menolong siswa menjalani proses pendidikan selanjutnya. Inilah menurut pendapat saya alasan-alasan mengapa perlu di selenggarakan Masa Orientasi Siswa Baru setiap awal tahun ajaran baru. Dalam tulisan ini saya tuliskan beberapa gagasan tentang pentingnya MOS dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter siswa serta beberapa hal yang perlu diperhatikan agar MOS dapat berfungsi sebagai mana mestinya.

MOS sebagai sarana pembentukan karakter siswa
Masa orientasi siswa atau MOS merupakan kesempatan pertama seorang siswa memasuki sekolah baru. Sebagai pendatang baru dalam komunitas sekolah tersebut, banyak hal dialami oleh siswa. Pertama adalah bertemu dengan lingkungan kultur baru yang telah dihidupi oleh sekolah, atau yang telah dibangun oleh sekolah. Kultur sekolah ini menjadi sesuatu yang menentukan kehidupan dan kemajuan sekolah tersebut. Contoh kultur sekolah ini seperti: kedisiplinan, kejujuran, kerja keras, kerja sama, hubungan yang saling menghormati dan lain sebagainya.
Para siswa baru perlu diperkenalkan dengan kultur sekolah tersebut agar siswa ikut memiliki karakter sekolah tersebut. Diharapkan sekali bahwa kultur sekolah tersebut menjadi kultur hidup siswa yang baru masuk, menjadi karakter siswa baru tersebut. Dengan kata lain MOS menjadi sarana awal untuk menanamkan karakter yang hendak di bangun oleh sekolah dalam diri seluruh anggota komunitas sekolah.
Melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama MOS, diperkenalkan dan dilatihkan karakter-karakter yang mau dikembangkan di sekolah tersebut. Penjelasan visi misi sekolah serta penjabarannya dalam kurikulum menjadi sarana untuk menyampaikan kultur macam apa yang hendak dibangun kepada para siswa baru. Selain itu melalui kegiatan lain seperti: kreativitas, olah raga, baris berbaris, dsb, siswa baru dilatih untuk mengembangkan karakter-karakter yang menjadi ciri khas sekolah tersebut.

Beberapa persyaratan agar cita-cita MOS tersebut terlaksana
Panitia MOS dipersiapkan dengan baik
Persiapan yang baik dari segi panitia MOS harus dilakukan dengan sebaik mungkin. Perlu dipilih pribadi-pribadi yang siap membimbing para siswa baru ini memahami dan menginternalisasikan materi yang diberikan. Panitia MOS harus dilatih dengan benar agar dapat mendampingi para yuniornya. Penguasaan terhadap materi yang disampaikan juga perlu ditekankan kepada para panitia sehingga tidak sekedar memberikan materi lalu selesai.

Kegiatan MOS dijabarkan dari visi misi sekolah
Segala kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatan MOS harus dijabarkan dari visi dan misi sekolah. Semua kegiatan yang tidak relevan dengan visi misi sekolah harus dihilangkan. Ini penting untuk menghindari adanya kegiatan yang menyeleweng dan cenderung menjadi kekerasan ataupun kegiatan yang sifatnya “mengerjain” dalam kegiatan MOS. Panitia MOS harus memahami secara baik visi misi sekolah sehingga dapat membuat kegiatan yang sesuai dan selaras dengan cita-cita sekolah. Tanpa pemahaman yang baik tentang visi dan misi sekolah, kegiatan yang dilaksanakan hanya berupa pengulangan-pengulangan kegiatan tahun sebelumnya, dan berpotensi menimbulkan balas dendam. “Kemarin waktu saya MOS juga demikian kok, maka adik kelas juga harus mengalami hal yang sama.” MOS tahun yang lalu juga demikian, tidak perlu diubah-ubah. Ini adalah beberapa ungkapan yang kurang tepat untuk memulai persiapan sebuah MOS. Sebaiknya segala sesuatu yang akan dilakukan dimulai dengan brainstorming tentang visi misi sekolah dan bagaimana visi misi tersebut diterjemahkan dalam kegiatan MOS.

Pendampingan panitia MOS
Panitia MOS dari siswa perlu mendapatkan pengarahan yang baik dari guru-guru yang diserahi tugas menyelenggarakan MOS. Anak-anak panitia perlu dilatih untuk terus menerus melaksanakan tugasnya sesuai kesepakatan bersama dalam panitia dan terus menerus mengadakan evaluasi agar pelaksanaan MOS dapat dilakukan dengan baik. Panitia yang dibiarkan jalan sendiri biasanya akan memunculkan kegiatan menyimpang.

Perlunya panduan bersama
Panduan MOS perlu disusun supaya menjadi pedoman bagi semua peserta dan panitia. Kegiatan-kegiatan dan prosedurnya perlu disusun supaya panitia dapat menjalankan kegiatan secara serempak untuk semua siswa. Panduan ini juga dapat menjadi rujukan untuk membuat kegiatan serupa pada tahun berikutnya.

Inilah sedikit pengalaman menyelenggarakan MOS. Bagi siapa saja yang berkenan melengkapi tulisan ini silakan tulis pada bagian komentar…Mari berbagi pengalaman menyelenggarakan MOS yang berkarakter…

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: