Skip to content

PERMENUNGAN SEORANG GURU

08/13/2010

Hidup sebagai seorang Guru tidaklah berhenti di depan kelas. Guru dengan kualitas hidup yang dimilikinya sebagai guru dibawa sepanjang hidup, termasuk idealisme untuk terus belajar dan mengabdi. Pemikiran dan impian seorang Guru tentu diarahkan ke masa depan anak-anak muda yang dibimbingnya. Seorang guru yang hanya memikirkan dirinya sendiri pada saat ini akan kurang perhatian kepada masa depan anak-anak yang yang dididik dan dibimbingnya.

Ada ungkapan seorang siswa, “Siapkan kami dengan dunia kami dan bukan dengan dunia anda” Sebuah ungkapan yang menunjukkan tugas utama seorang Guru yaitu mempersiapkan dan melatih anak-anak agar siap dan mampu melakukan tugasnya pada dunianya mereka di kemudian hari. Tentu akan menjadi masalah jika seorang Guru tidak dapat memprediksi keadaan dunia yang akan dihadapi oleh anak-anak kita ketika mereka dewasa nanti.

Akan menjadi bencana bagi anak-anak kita jika kita mendidik dengan dunia kita sendiri saat ini dan apa lagi mendidik dengan dunia kita di masa lalu. Tentu ada nilai-nilai dasar yang tetap harus dipertahankan baik di masa lalu, masa kini maupun di masa yang akan datang. Namun demikian nilai-nilai tersebut harus dikombinasikan dan diaktualisasikan sesuai dengan perkembangan jaman dan kehidupan sekarang dan yang akan datang. Jika anak-anak kita tidak kita siapkan sesuai dengan dunia mereka, maka mereka akan menjadi makluk asing di dunianya sendiri. Maka relevan untuk merenungkan ungkapan seorang siswa, ” Siapkan kami dengan dunia kami bukan dengan dunia anda.”

Pertanyaan selanjutnya adalah dunia seperti apa yang akan dihadapi oleh anak-anak kita dalam jangka waktu 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, 50 tahun yang akan datang? Cara hidup cara kerja seperti apa yang dibutuhkan agar anak-anak kita mampu berperan dan berkontribusi dalam dunia yang mereka hidupi? Kualitas pribadi seperti apa yang dibutuhkan agar anak-anak kita siap mengabdikan diri bagi dunianya nanti? Ketrampilan-ketrampilan apa saja yang perlu dilatih dan dikembangkan guna menunjang keberhasilan dalam hidup mereka nanti?

Inilah kiranya pertanyaan-pertanyaan pokok yang jawabannya akan menentukan cara kerja kita saat ini. Jawaban atas pertanyaan pertanyaan di atas akan memperngaruhi seluruh karya kita sebagai seorang guru. Mulai dari mengenali karakteristik siswa pada saat sekarang ini, pendekatan pembelajaran yang kita gunakan, metode pembelajaran yang dikembangkan dalam proses pembelajaran, peraga atau media yang digunakan dalam proses pembelajaran, cara penilaian, cara memberi tugas dan lain sebagainya.

Singkatnya jika kita sungguh menyadari perubahan-perubahan masyarakat dan dunia saat ini, mau tidak mau kita harus mengubah cara pandang hidup kita sebagai pendidik jaman sekarang ini. Selanjutnya kita kita akan menempatkan dunia anak-anak kita dan karakteristik mereka menjadi yang harus mendapat perhatian dalam proses pedidikan di sekolah. Marilah kita siapkan anak-anak kita untuk dunia yang akan mereka hadapi nanti dan bukan dengan dunia kita sekarang atau bahkan dunia masa lampau kita.

Bagi yang berkenan menuliskan pengalaman berkaitan dengan topik ini, silakan kirim lewat kolom komentar.

Advertisements
One Comment leave one →
  1. Br. Andre permalink
    09/13/2010 1:26 am

    saya setuju sekali bahwa menjadi guru itu tidak hanya di kelas saja. Profesi guru adalah profesi yang menuntut menjadikan orang teladan bagi orang lain, jadi segala tindakan, perkataan, tulisan dan intinya gerak-gerik hidup seorang guru menjadi sorotan orang lain. Saya sangat prihatin menemukan tulisan di jejaring dunia maya Face Book, mengapa kehidupan “Kasur” diungkapkan di sana, pikiran saya apakah tidak sadar kalau sebagai seorang guru tentunya memiliki banyak murid dan apa kata orang jika anak masih usia dini membacanya?, dan apa kata orang tua anak tentang guru itu.
    saya mengajak untuk peka dan sadar akan status yang dijalani sebagai seorang guru. Guru “digugu lan ditiru” ini kiranya masih relevan untuk hidup sekarang ini.
    Mari kita memberi teladan yang baik untuk anak-anak kita dan sekitar kita.
    “Anak melihat, Anak melakukan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: