Skip to content

YANG MENGESAN DARI PEMBICARAAN MALAM ITU…

09/06/2010

Aku sedang asyik utak-atik Skype program, mencari tahu bagaimana membuat group viedo conference, ketika seorang sahabat nun jauh di Amerika sana, yang sedang menggeluti soal pendidikan manusia muda, memanggil dengan video calling. Aku pasang headset dan menerima panggilan tersebut. Terjadilah pembicaraan yang penuh semangat dalam bahasa Indonesia. Mungkin juga kesempatan bagi dia untuk melepaskan diri dari kungkungan bahasa asing di sana he he. Pembicaraan mulai dengan hal-hal sederhana hidup sehari-hari, sampai saat tertentu kami terlibat dalam pembicaraan serius mengenai pembinaan, pengembangan dan pendidikan anak-anak muda kita. Sistem penyelenggaraan pendidikan sangat kental dengan kepentingan-kepentingan lain diluar kepentingan pribadi anak-anak muda kita. Perkembangan potensi diri yang terdalam kadang diabaikan dan hanya ditekankan pada aspek raw skill. Soft skill kurang mendapatkan porsi yang memadahi.

Salah satu contoh adalah pendidikan SMK yang didesign untuk menghasilkan pekerja praktis di perusahaan ataupun di lembaga-lembaga yang mempekerjakan mereka. Anak-anak SMK kurang dibekali dengan kemampuan kepemimpinan yang cukup sehingga mereka selamanya akan menjadi pekerja yang memenuhi kebutuhan orang lain. Kemungkinan untuk bergeser menjadi owner dari perusahaan sangat terbatas. Pergerakan ke atas sangat terbatas oleh karena ketrampilan-ketrampilan yang diperlukan tidak mereka kembangkan sebelumnya.

Di sini terlihat salah satu kebutuhan yang perlu dikembangkan dalam pendidikan anak-anak muda kita, mengembangkan segala potensi dalam dirinya sehingga pada saatnya mereka mampu menentukan pilihan hidupnya. Skill kepemimpinan, skill untuk bekerja sama dengan orang lain, skill untuk menganalisa peluang bagi dirinya sendiri, keberanian dan ketrampilan untuk ambil resiko dalam hidupnya, skill untuk menempatkan diri secara pas dengan keadaan sekitarnya, kemampuan untuk mengelola perubahan yang terjadi di sekelilingnya.

Atau di tempat lain dikatakan mengenai kualitas yang perlu dimiliki sebagai seorang pribadi abad global ini. Hidup di abad global ini diperlukan sikap-sikap dan ketrampilan seperti: memiliki sikap toleran dan hormat terhadap perbedaan, sikap penerimaan terhadap orang lain, memiliki kesadaran global, mampu melakukan refleksi dan memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang lain.

Sebuah tantangan besar bagi para pendidik, orang tua, sekolah dan masyarakat untuk menyiapkan dan menyediakan lingkungan dan program pendidikan yang mampu mengakomodasi dan memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk melatih diri, mengembangkan diri dalam kualitas yang diperlukan di masa depan hidupnya. Para pendidik, orang tua, sekolah dan masyarakat senantiasa harus membaca perkembangan yang terjadi di lingkungannya dan menyesuaikannya dengan tetap berpusat pada perkembangan pribadi anak-anak kita. Program-program dan sarana hanyalah penolong dan pembantu untuk mengembangkan diri, namun relasi pribadi dengan mereka semua adalah tetap menjadi hal pokok yang tak bisa ditinggalkan. Hubungan kita sebagai manusia dewasa kepada manusia muda adalah sarana pendidikan yang paling pokok untuk membantu mereka berkembang menjadi pribadi yang dewasa.

Semoga…

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: