Skip to content

LITERASI INFORMASI PERLU DILATIHKAN SEJAK DINI

11/30/2010

Kepekaan – sensitifitas untuk membedakan mana wilayah privat dan wilayah public, memilih suatu tindakan yang membangun atau yang menghancurkan relasi dengan orang lain merupakan kemampuan-kemampuan dasar yang perlu dikembangkan dalam diri anak-anak mulai TK sampai remaja perguruan tinggi atau bahkan dalam diri orang yang sudah dewasa perlu di segarkan kembali. Di era informasi yang instan saat ini kemampuan ini sangat di butuhkan sebab tingkat keterbukaan informasi sangat besar sehingga tidak terlihat lagi mana wilayah privat dan wilayah public sehingga hal itu dapat menyebabkan benturan-benturan dalam kehidupan bersama. Ungkapan yang sifatnya kesan pribadi tetapi karena di publikasikan ke wilayah publik dapat menyebabkan ketersinggungan public atas ungkapan tersebut.

Sebuah harian Philipina, The Philipine Star, menerbitkan sebuah tulisan yang menarik untuk di kumpulkan dalam blog ini. Topik tulisan tersebut adalah NEW LITERACIES. Tulisan ini merupakan refleksi tanggapan atas tulisan speechwriter yang menyertai kunjungan kenegaraan Presiden Aquino ke Vietnam. Orang ini menulis di twitternya tentang anggur Vietnam, sepeda motor, dan orang lelaki di sana. Tulisan ini menjadi perbincangan di dunia maya dan seorang speechwriter ini segera saja di anggap telah menyinggung perasaan orang Vietnam. Seorang speechwriter ini telah menerbitkan dalam dunia maya sesuatu yang biasa menurutnya tetapi telah membuat pergunjingan di luar dirinya. Dalam hal ini ada sesuatu yang kurang yaitu sensitivitas terhadap berita yang mungkin akan menyinggung orang lain.

Dalam keseharian kita juga banyak kita baca dan kita jumpai, dalam jejaring sosial seperti facebook.com, twitter, dll, anak-anak dengan mudahnya mengumpat dan menuliskan kata-kata kasar kepada temannya dalam jejaring sosial tersebut. Kejadian-kejadian yang sifatnya pribadi juga di terbitkan di media terbuka ini, foto-foto yang sangat pribadi di pajang, segala macam informasi pribadi yang tak perlu di ketahui orang lain semuanya di buka dalam jejaring sosial ini. Tak jarang pula kesalahpahaman terjadi karena informasi yang dipublikasikan dalam facebook menyinggung perasaan teman-temannya. Inilah kejadian yg ada dalam realitas kehidupan di jaman informasi digital ini.

Menyimak kejadian ini perlu dilatihkan dan diajarkan media literasi kepada anak-anak maupun kepada orang-orang yang sudah dewasa. Melatih dan mengajarkan media literasi berarti menumbuhkan daya kritis dalam diri anak-anak kita dan masyarakat kita supaya mereka mengerti dan mampu bersikap kritis terhadap informasi yang sedang di akses maupun informasi yang akan di publikasikan kepada khalayak umum. Kemampuan bersikap selektif ini perlu kita berikan mulai anak-anak usia TK-SD-SMP dan seterusnya. Semakin tinggi tingkatnya semakin kita tuntut mereka untuk melakukan sikap kritis terhadap perkembangan informasi dan komunikasi saat ini.

Salah satu contoh yang dapat kita lakukan jika kita mengajar di sekolah adalah sebagai berikut. Anak-anak perlu kita berikan ketrampilan untuk memilih website yang dapat di pertanggungjawabkan kredibilitas keilmuannya supaya ketika mereka mengakses informasi untuk keperluan belajarnya mereka dapat memilih website yang reliable, dapat di pertanggungjawabkan keilmiahannya. Kita berikan contoh-contoh website yang bagus seperti: Wikipedia dll. Dengan demikian mereka akan terbiasa mengakses informasi yang bagus.

Penyadaran akan media literasi perlu terus menerus di lakukan supaya anak-anak kita semakin dapat memanfaatkan perkembangan ilmu dan teknologi serta informasi dan komunikasi ini dengan baik. Anak-anak perlu diberikan pelatihan literasi teknologi dan informasi secara tertata dan terencana sebab perkembangan ilmu, teknologi dan komunikasi semakin menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam diri anak-anak muda kita mulai dari usia TK sampai dengan Perguruan tinggi. Demikian juga penyadaran perlu diberikan kepada orang tua dan dewasa sebab mereka menjadi pendatang pada dunia teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang saat ini.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana hal ini dapat dilaksanakan? Pembelajaran di sekolah, di dalam komunitas-komunitas kita (Gereja, masjid dan paguyuban dalam masyarakat) dapat di manfaatkan untuk semakin meningkatkan pemberdayaan masyarakat kita terkait dengan media literasi pada jaman sekarang ini. Semoga dengan cara demikian anak-anak kita tidak menjadi korban dari perkembangan tetapi ikut serta mengembangkannya dengan cara menggunakan atau memanfaatkan secara baik dan benar media komunikasi dan informasi pada abad 21 ini.

Semoga

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: