Skip to content

DON’T LET YOUR STUDY INTERFERE YOUR EDUCATION

03/20/2011

Sebuah frase menarik untuk di renungkan hari-hari ini: DON’T LET YOUR STUDY INTERFERE YOUR EDUCATION. Kata-kata ini saya dapatkan ketika mendengarkan sharing di meja makan komunitas di Manila. Ungkapan ini sederhana tetapi memiliki makna yang dalam bagi saya. Pertama, ungkapan mau mengungkapkan bahwa pendidikann manusia itu lebih luas dari pada studi yang sedang ditempuhnya sekarang ini. Namun banyak kali, study yang sedang berjalan mengkaburkan makna pendidikan sesungguhnya. Study begitu menguasai hidup seseorang sehingga, orang tidak dapat menikmati apa yang sedang di pelajari.
Saya lalu ingat akhir-akhir ini semua sekolah jenjang SMP dan SMA kelas III sedang di sibukkan dengan persiapan UN dan USEK. Begitu banyak latihan dan drill yang diberikan tanpa mempedulikan lagi keadaan anak-anak yang sarat dengan beban. Anak-anak di buat mabuk dan di orientasikan pikirannya hanya pada sukses UN dan USEK. Anak-anak menjadi stress karena target-target sekolah, target kepala sekolah untuk meluluskan anak 100%. Semua daya upaya di arahkan ke sana sampai-sampai mengalahkan proses pembelajaran anak- anak di tingkat bawahnya. Sebegitu dominasi UN dalam proses pembelajaran telah membelokkan aspek-aspek pendidikan yang lebih luas. Salah satu aspek adalah instanisasi kesuksessan. Banyak anak kehilangan waktu bermain dan bersosialisasi karena begitu banyak bimbingan belajar yang harus di ikuti, karena orang tua masih memaksa anak-anak ikut bimbel, karena orang tua juga menginginkan nilai tinggi pada UN dan USEK.

Kembali ke topik, Don’t Let your Study interfere your Education. Pendidikan tidak hanya terjadi di kala orang studi formal di sekolah. Pendidikan terlaksana lewat bermain, berekreasi, berinteraksi dengan orang lain, kegiatan bersama dan lain-lain. Baik kiranya kegiatan sekolah formal juga harus memberikan ruang yang luas untuk kegiatan-kegiatan tersebut. Anak-anak perlu bermain, bersosialisasi dengan banyak orang. Target-target capaian yang tinggi penting namun demikian mestinya harus fleksibel.

Pendidikan itu lebih luas dari pada sekolah-sekolah formal. Pendidikan menyangkut segala segi kehidupan manusia. Oleh karena itu sekolah/study tidak selayaknya menghalangi proses pendidikan manusia yang utuh dan sesungguhnya.

Mari bermain dan belajar, belajar dan bermain.

Advertisements
One Comment leave one →
  1. Theresia Eka Oktavianti permalink
    03/22/2011 5:10 am

    Betul sekali…. mari bermain dan belajar… belajar dan bermain….. Mari belajar dari lingkungan sekitar… Let’s learn to be a fully and truly human. Orientasi pendidikan kita yang mesti diperbaiki, sepertinya aku udah pernah comment soal ini di web FIC mengenai ujian nasional dan tujuan pendidikan. Awalnya adalah bagaimana kita melihat ujian itu… Ujian mestinya diletakkan dalam frame sebagai sarana mengukur. Bukannya ditempatkan sebagai TUJUAN.

    Terimakasih untuk phrase yang begitu menggugah utk berefleksi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: